0

Reptil Berwarna Indah

Published at 16.12 in

Reptil seperti kadal, buaya, tokek, dan sebagainya terkadang dianggap sebagai makhluk yang menakutkan Hewan berdarah dingin ini memiliki kulit yang berwarna-warni seperti mamalia lainnya. Berikut list 13 reptil dengan warna-warna indah …

1. Green Iguana

Iguana bertubuh besar dan berwarna indah ini merupakan spesies endemik di Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Iguana merupakan hewan herbivora alias pemakan tumbuhan alias vegetarian. Hewan ini bisa tumbuh hingga sepanjang 1.5 meter dari kepala hingga ujung ekornya.

2. Dracaena Lizard

Kadal unik ini juga memiliki nama lain Caiman Lizard dan bisa ditemukan di Amerika Selatan. Kadal ini menghabiskan banyak waktunya di air dan mereka menempati rawa-rawa, sungai kecil dan hutan hujan. Kadal ini terkadang berjemur di cabang pohon.

3. Blue-tailed Sandveld 

Kadal berwarna indah ini bisa ditemukan di Mozambik, Zimbabwe, Afrika Selatan dan juga bagian timur Amerika Serikat. Nama latinnya adalah Nucras caesicaudata. Habitat mereka adalah tempat yang kering, berpasir dan kawasan savana.

4. Veiled Chameleon

Veiled Chameleon merupakan spesies bunglon bertubuh besar dan colorful yang bisa ditemukan di Yaman dan Arab Saudi. Mereka bisa mengubah warna kulitnya tergantung mood mereka Perubahan warna tsb tergantung pada beberapa faktor seperti kesehatan, mood dan temperatur tubuh kadal tsb.

5. Panther Chameleon

Spesies bunglon colorful ini bernama latin Furcifer pardalis, dan bisa ditemukan di Madagaskar, Reunion dan Mauritius. Spesies betina lebih kecil daripada spesies jantan, sekitar setengahnya. Panjang tubuh Panther Chameleon jantan bisa tubuh hingga sepanjang 50 cm.

6. Peninsular Rock Agama 

Bernama latin Psammophilus dorsalis, spesies reptil ini memiliki warna yang indah. Reptil yang memiliki warna merah sangatlah jarang. Kadal ini banyak ditemukan di perbukitan bagian selatan India.

7. Red-headed Rock Agama 

Kadal berwarna biru merah ini merupakan spesies reptil yang bisa ditemukan di Sahara, Afrika. Spesies ini terkadang terlihat di tangah panasnya siang. Selama musim kawain :kimpoi: sang jantan akan mengubah warna kulitnya menjadi lebih indah, kepala, leher dan ekor akan berubah menjadi orange cerah dan tubuhnya berubah menjadi biru gelap.

8. Oriental Garden Lizard 

Spesies berwarna unik ini secara luas bisa ditemukan di benua Asia dan bernama lain Calotes versicolor. Mereka merupakan insektivora alias pemakan serangga.

9. Galapagos Land Iguana 

Bernama latin Conolophus subcristatus. Reptil berwarna kuning ini sangatlah jarang ditemukan. Spesies ini merupakan spesies asli pulau Galapagos.

10. Parson’s Chameleon 

Hewan ini penghuni asli Madagaskar. Spesies bunglon ini memiliki tubuh yang besar dan memiliki warna yang indah. Penjualan hewan ini diatur oleh pemerintah setempat, hewan ini gak boleh dijual keluar Madagaskar.

11. Transvaal Dwarf Lizard 

Kadal bertubuh imut-imut ini bernama latin Bradypodion transvaalense. Dan merupakan spesies endemi Afrika bagian selatan.

12. Furcifer minor

Walaupun terlihat sedikit mengerikan Furcifer minor merupakan spesies asli Madagaskar. Habitat asli hewan ini terancam rusak oleh tangan jahil manusia.

13. Iberian Lizard Worm 

Nama lokal spesies reptil ini adalah “Cobra-cega” dalam bahasa Portugis dan “culebrilla ciega” dalam bahasa Spanyol. Dengan warna biru, reptil kecil tak berkaki ini bisa mencapai panjang 10-20 cm.
READ MORE - Reptil Berwarna Indah

0

Kadal Melahirkan ?

Published at 16.00 in

Ilmuwan menangkap fenomena evolusi langka di mana kadal Australia tidak lagi bertelur, tapi melahirkan anak-anaknya.
Kadal sejenis Skink, mirip ular dengan empat kaki kecil, biasanya bertelur di sepanjang pantai New South Wales.
Namun, kadal kuning berkuku tiga yang hidup di daerah pegunungan dingin melahirkan keturunan seperti mamalia.
Hanya ada dua jenis reptil modern yang menggunakan kedua jenis metode reproduksi yakni Skink spesies lain dan kadal Eropa.
Seperlima jumlah ular dan kadal melahirkan untuk menghadirkan organisme baru. Sejarah menunjukkan hampir seratus jumlah garis keturunan reptil telah berubah dari bertelur menjadi melahirkan di masa lalu.
Salah satu penulis studi James Stewart, ahli biologi di East Tennessee State University, Amerika mengatakan bahwa penemuan itu merupakan kesempatan langka.
"Dengan mempelajari perbedaan antara populasi yang berbeda dalam tahapan proses ini, Anda bisa mulai mengumpulkan apa yang tampak seperti transisi dari satu gaya kelahiran ke proses yang berbeda,” kata James.
Stewart mengatakan transformasi dapat dikaitkan dengan bagaimana bayi mendapatkan makanan. Tidak hanya itu, ini bisa menjadi cara untuk melindungi reptil muda di iklim yang lebih keras. Bayi mamalia makan melalui plasenta yang menghubungkan janin ke dinding ovarium.
Penemuan Stewart dan rekan-rekannya ini untuk menyelidiki masalah gizi dalam struktur dan unsur kimia pada uterus kadal Australia.
“Sekarang kita dapat melihat bahwa rahim kadal dapat mengeluarkan kalsium yang dimasukkan ke embrio. Ini pada dasarnya merupakan tahap awal evolusi plasenta pada reptil.”
Meskipun begitu, menurut Stewart, perubahan proses kelahiran pada reptil merupakan hal yang biasa, mengingat dalam sejarah evolusi ini cukup umum dan relatif mudah.
READ MORE - Kadal Melahirkan ?

0

Langka !! Reptil Terbang

Published at 15.51 in

Sebuah fosil rahang berusia 95 juta tahun ditemukan di Texas dan diidentifikasi sebagai genus dan spesies baru reptil terbang, Aetodactylus halli, kata ahli paleontologi Timothy S. Myers, yang mengidentifikasi dan menamainya Aetodactylus halli. Pterosaurus langka ini -- namanya berarti kadal bersayap -- adalah salah satu anggota termuda famili Ornithocheiridae di dunia. Ia hanya ornithocheirid kedua yang pernah ditemukan di Amerika utara, kata Myers, seorang pasca doktoral di Southern Methodist University, Dallas. (Kredit: Ilustrasi oleh Karen Carr)

28 April 2010 - Aetodactylus halli adalah seekor pterosaurus, sekelompok reptil terbang yang umum disebut pterodaktil.

Aetodactylus halli terbang di daerah yang sekarang merupakan area Dallas-Fort Worth pada periode Kapur (Kretasius) saat sebagian besar daerah Lone Star berada di bawah air, tertutup oleh laut purba yang luas.

Walaupun langka di Amerika Utara, pterosaurus bergigi dalam famili Ornithocheiridae merupakan komponen utama fauna pterosaurus periode kapur di dunia, kata Myers. Spesimen Texas ini -- sebuah rahang yang hampir lengkap dengan sebagian besar dari ke 54 giginya lenyap -- jelas lebih muda daripada spesimen ornithocheirid lain dari Brasil, Inggris dan Cina, katanya. Ia lima juta tahun lebih muda dari satu-satunya ornithocheirid lainnya dari amerika utara.

Myers menjelaskan spesies baru ini dalam edisi terbaru Journal of Vertebrate Paleontology. Silakan kunjungi www.smuresearch.com untuk melihat ilustrasi Aetodactylus halli dan lingkungan laut periode kapur, gambar fosil rahang dan tautan ke informasi yang lebih lengkap.

Myers menamakan pterosaurus ini Aetodactylus halli dari nama Lance Hall, seorang anggota Masyarakat Paleontologi Dallas yang memburu fosil untuk hobi. Hall menemukan spesimen ini di Texas utara tahun 2006. Ia tertanam dalam serpih lunak bercampur serbuk yang tergali di sebuah sisi bukit di tepi jalan raya. Situs ini dekat dengan kota Mansfield, barat daya Dallas. Hall menyumbangkan spesimen ini ke Southern Methodist University.

Pterosaurus menguasai langit dari periode trias akhir, lebih dari 200 juta tahun lalu, hingga akhir periode kapur, sekitar 65 juta tahun lalu, saat mereka punah. Mereka menjadi vertebrata paling awal yang mampu terbang.

Pemburu fosil melihat deretan soket gigi yang panjang
Rahang Aetodactylus halli ditemukan dalam unit geologi yang disebut Eagle Ford Group, yang memuat sedimen yang terendap di laut dangkal, kata Myers. Jangkauan Eagle Ford Group terentang dari Texas barat daya hingga Oklahoma selatan dan Arkansas barat daya.

"Saya sedang meng scan bukaan tersebut dan melihat apa yang pertama saya kira cangkang kerang terentang di sebuah lembah erosi kecil," Hall mengingat penemuan ini. "Hanya sekitar satu atau dua inci saja terlihat. Saya hampir melewatkannya karena menduga itu kerang, namun kemudian sadar kalau warnanya lebih mirip tulang. Saya mulai menggalinya dan menyadari itu rahang dari sesuatu -- namun saya tidak tau apa. Ia terbalik dan saat saya balik bagian moncongnya yang ada adalah sederetan panjang soket gigi, yang sangat mengesankan."

Paleontolog vertebrata SMU Louis L. Jacobs, seorang ahli dinosaurus secara internasional terkenal atas penemuan fosilnya di Texas dan Afrika, dan paleontolog SMU Michael J. Polcyn, terkenal karena keahliannya dalam reptil laut purba yang disebut mosasaurus, keduanya mengatakan pada Hall kalau itu adalah pterosaurus dan penemuan yang penting.
Rahang yang unik 
Rahang Aetodactylus sepanjang 38.4 cm aslinya memuat 54 gigi tajam ramping namun hanya tinggal dua yang tersisa di soket mereka, kata Myers. Gigi bawah tersebar merata dan merentang jauh ke belakang, menutup hampir 3/4 panjang rahang. Gigi atas dan bawah saling tutup saat rahang dikatupkan.

Pada Aetodactylus, perubahan ukuran gigi sepanjang rahang mengikuti pola yang sama pada ornithocheirid. Walau begitu, Aetodactylus berbeda dari semua ornithocheirid dalam hal rahangnya sangat sempit dan tipis, dengan ketebalan maksimum tidak lebih dari 1 cm, kata Myers. Namun spesimen ini dapat dibandingkan dengan Boreopterus, pterosaurus sejenis dari periode kapur awal China, dalam hal jumlah gigi yang ada di rahang bawah, katanya.

Myers memperkirakan rentang sayapnya sekitar 3 meter, menunjukkan kalau Aetodactylus merupakan pterosaurus berukuran sedang, katanya. Sementara tidak diketahui bagaimana Aetodactylus mati, pada saat mati reptil ini sedang terbang di atas laut dan jatuh ke air, mungkin saat mencari ikan, kata Jacobs.

Menemukan keragaman baru pterosaurus.
Pterosaurus Amerika Utara yang berasal dari periode kapur semuanya tidak bergigi, kecuali Aetodactylus dan Coloborhynchus, kata Myers. Ketipisan rahang, sudut naik dari separuh belakang rahang dan tidak adanya ekspansi keluar ujung rahang menunjukkan kalau Aetodactylus berbeda dari ornithocheirid lain dan merupakan genus dan spesies baru pterosaurus.

"Penemuan spesies ornithocheirid lain di Texas memberi petunjuk adanya keanekaragaman pterosaurus di periode kapur amerika utara yang belum disadari sebelumnya," kata Myers. "Aetodactylus juga menyajikan salah satu dari kemunculan final ornithocheirid saat transisi periode kapur akhir ke fauna pterosaurus yang didominasi oleh spesies tanpa gigi."

Texas sekarang mengklaim dua 
Sebagian besar Texas pernah tenggelam di bawah jalur laut dalam barat. Laut masif ini membelah amerika utara dari teluk meksiko hingga samudera artik.

Di pantai, daratannya datar dan tanaman berbunga sudah mendominasi komunitas flora di belahan amerika utara ini, menurut ahli paleobotani Bonnie Jacobs, profesor sains kebumian SMU.

"Masih ada konifer dan pakis disana, namun sebagian besar memiliki daun jarum kecil, seperti juniper, kata Bonnie Jacobs. "Sycamore dan kerabatnya termasuk tanaman berbunga."

Sisa ornithocheirid pertama dari Amerika utara, ditemukan di Fort Worth, dijelaskan oleh bekas mahasiswa SMU Young-Nam Lee dan disumbangkan oleh kolektor amatir Chris Wadleigh, kata Louis Jacobs.

"Laut purba yang menutupi Dallas memberi kondisi yang tepat untuk melestarikan reptil laut dan mahluk kedalaman lainnya, begitu juga tulang halus dari reptil terbang yang jatuh saat terbang kedalam air," kata Louis Jacobs, profesor di jurusan sains kebumian SMU. "Batuan dan fosil disini merekam waktu yang tidak jelas kalau di tempat lain di amerika utara. Itu mengapa kedua spesies ornithocheirid hanya ditemukan disini, dan itu mengapa penemuan fosil baru lainnya pasti akan diperoleh lagi oleh Lance Hall dan pecinta fosil lainnya."

Penelitian ini didanai oleh jurusan sains kebumian Roy M. Huffington SMU dan institus studi bumi dan manusia SMU.

source: http://faktaevolusi.blogspot.com/2010/05/reptil-terbang-langka-berusia-95-juta.html
READ MORE - Langka !! Reptil Terbang

0

Reptil Prasejarah Hidup dan Berkembeng Biak di Selandia Baru

Published at 15.47 in

WELLINGTON, - Spesies reptil langka yang hidup sejak zaman dinosaurus ternyata masih bertahan hidup dan berkembang biak dengan baik di Selandia Baru. Reptil yang disebut tuatara (Sphenodon sp.)tersebut sebelumnya diperkirakan telah punah karena tak pernah terlihat lagi di alam sejak 200 tahun terakhir.

Secara kebetulan, staf di Kaori Wildlife Sanctuary, Wellington menemukannya di kawasan konservasi alam tersebut, Jumat (31/10), saat melakukan perawatan rutin. Ia menemukan empat butir telur tuatara yang masing-masing sebesar bola pingpong dan khas dengan warna putih serta cangkang keras.

"Sarang tersebut ditemukan tanpa sengaja dan bukti konkrit pertama bahwa tuatara kami berkembang biak," ujar Rouen Epson, manajer konservasi Karori Wildlife Sanctuary. Telur-telur tersebut langsung dikembalikan ke tempatnya dan jika tidak terganggu diperkirakan menetas paling lambat Maret tahun depan.

Di sarang tersebut mungkin akan terdapat telur lebih banyak karena biasanya seekor tutara bertelur 10 ekor. Hal tersebut juga merupakan indikasi kemungkinan sarang tuatara lainnya di kawasan tersebut.

Tuatara yang sosoknya mirip iguana sehingga disebut naga dapat tumbuh hingga sepanjang 80 centimeter. Giignya sangat khas dengan dua deret gigi di mulut bagian atas dan satu deret di bagian bawah yang saling melengkapi.
Di bagian atas kepalanya terdapat "mata ketiga" berupa kelenjar pineal yang membuatnya sesitif terhadap rangsangan cahaya. Namun, kelenjar yang terbungkus kulit warana putih ini berangsur hilang begitu tuatara tumbuh dewasa.

Tuatara merupakan satu-satunya spesies yang masih hidup sejak muncul di zaman dinosaurus 225 juta tahun lalu sehingga disebut fosil hidup. Hewan asli Selandia Baru itu terus berkurang dan nyaris punah di tiga pulau utama di Selandia Baru sejak masuknya hewan pendatang seperti tikus dan sejenisnya. Populasinya hanya tersisa di 32 pulau kecil yang bebas dari predator alaminya.

Sebanyak 70 ekor tuatara dilepaskan ke Karori Wildlife Sanctuary pada tahun 2005 diikuti 130 ekor lainnya pada tahun 2007. Kawasan konservasi seluas 29 hektare yang ada di tengah Kota Wellington itu merupakan pusat pelestarian burung, serangga, dan spesies lainnya.
READ MORE - Reptil Prasejarah Hidup dan Berkembeng Biak di Selandia Baru

0

Reptil Purba Bertelur di New Zealand

Published at 15.40 in


Masih ingat dengan Film " Jurassic Park I dan II " ??
Biarpun Film ini hanya rekayasa dari penulis ternama Michael Crichton [West World], yang tutup usia baru-baru ini di umur 66 tahun.

Tetapi baru-baru ini reptil langka yang masih berkerabat dengan dinosaurus ini ditemukan bertelur di pulau utama New Zealand . Penemuan ini yang pertama selama 200 tahun terakhir.

Disana mereka temukan 4 [empat] telur, bertelurnya binatang ini merupakan bukti kuat bahwa binatang ini masih beranak-pinak dan kemungkinan besar jumlahnya lebih banyak. Nama reptil ini Tuatara [mirip Naga] dan akan menetas di bulan maret 2009 mendatang di Karori Wildlife Sanctuary di Wellington.

Reptil ini merupakan kerabat dekat spesies yang hidup dimuka bumi pada jaman dinosaurus lebih dari 200 juta tahun lalu. Binatang ini punya karakteristik unik dua lubang di bagian atas gigi. Bagian putih di kulit yang disebut mata ketiga, bisa menghilang saat dewasa.

Tuatara yang merupakan binatang asli di New Zealand, mendekati punah di negara itu dan tersisa 17000 ekor akibat masuknya predator semacam tikus. Binatang ini masih hidup di pantai-pantai di 32 pulau.

Pengumpulan 70 tuatara dilakukan di Karori Sanctuary pada 2005. Sedangkan 130 dilepaskan ke alam pada 2007.

Lembaga ini dibangun untuk mengembangbiakkan burung asli, serangga dan binatang lain secara aman dan bebas dari predator.

Empson mengatakan hanya empat telur yang ditemukan dan biasanya berisi 10. Telur dikubur kembali untuk menghindari rusaknya inkubasi.
Bookmark and 
Share
READ MORE - Reptil Purba Bertelur di New Zealand

0

Salamander hampir punah !!

Published at 15.35 in

Sardinian Brook Salamander yang disebut juga dengan Kadal Air Sardinian adalah spesies langka yang hampir punah. Spesies ini hanya ada di sisi timur Sardinia, di antara pegunungan Limbara yang terletak di daerah utara dan pegunungan Sette Fratelli yang ada di selatan. Keseluruhan populasi dideteksi sedang menurun dan yang berada di dekat Gunung Limbara dinyatakan hampir punah.
Salamander ini sangat menyukai air, dari genangan air hingga air yang mengalir. Tapi mereka lebih menyukai daerah sungai yang tenang. Jika mereka tidak sedang berada dalam air atau berada di dekat air, mereka biasanya akan ditemukan di hutan hutan atau kemungkinan di gua.
Salamander ini bertelur di kolam kolam, danau dan sungai. Telurnya diletakkan di antara batu batu atau dikubur di pasir, sementara larvanya akan berkembang di aliran sungai.
Sardinian Brook Salamander ini hampir punah karena polusi, kehilangan habitatnya, predator, musim kering yang berkepanjangan, ulah pendatang atau turis, penyakit, invasi spesies lain, pertanian, intrusi manusia, perubahan iklim dan lain lain.. Wah banyak juga ya.. Ngga heran kalo spesies ini diambang kepunahan..
READ MORE - Salamander hampir punah !!